Hal ini menjadi kenyataan seandainya KPUD Sumatera Selatan menetapkannya sebagai pemenang dalam Pilkada Sumsel yang menurut rencana diumumkan 9 September 2008 setelah sebelum terjadwal 14 September 2008.
Kemenangan Alex Noerdin yang berpasangan dengan mantan Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Eddy Yusuf, diraih amat tipis dari lawannya kandidat in-cumbent Syahrial Oesman yang berpasangan dengan Helmi Yahya. Bagi pemilih Aldy –untuk sebutan Alex Noerdin dan Eddy Yusuf – kemenangan ini berarti memulai perubahan baru sebab untuk pertama kalinya rakyat Sumatera Selatan menjalani hidup gratis terutama pendidikan dan berobat.
“Selamat Datang Sekolah Gratis dan Selamat Datang Berobat Gratis,” ungkap salah satu warga dan kebanyakan pemilih lain yang menetapkan hati mencoblos Alex Noerdin pada Pilkada 4 September 2008 lalu, lantaran janji sang “Pelopor” yang akan menggratiskan biaya pendidikan dan berobat bila terpilih menjadi Gubernur Sumatera Selatan.
“Di era yang serba sulit ini, siapa sih yang tidak mau gratis. Kami pilih Alex Noerdin dan Eddy Yusuf, karena mereka janji bakal menggratiskan biaya pendidikan dan berobat gratis,” ujar Yuyun, penduduk Sako Kenten Palembang, kepada majalah Berita Gradasi.
Seperti apa bayangan mereka dengan pendidikan dan berobat gratis tersebut, persis yang dikemukakan Aldy saat kampanye dan debat publik. Bukan hanya saja SPP yang gratis, namun juga fasilitas lainnya seperti buku, tas sekolah, dan sepatu mulai dari Sekolah Dasar hingga SLTA. Tidak saja di sekolah negeri, namun juga swasta yang biaya pendidikannya setara dengan sekolah negeri.
“Biaya pendidikan dan berobat saat ini amat mahal. Kami pilih Alex karena berharap dia menang sehingga kami bisa menyekolahkan anak-anak tanpa biaya dan berobatpun dapat gratis,” kata Yuyun lagi.
Yuyun dan pemilih Alex lainnya berharap, agar Alex Nurdin setelah dimantapkan menjadi Gubernur Sumatera Selatan segera merealisasikan janjinya tersebut sehingga ia bersama masyarakat lainnya terutama dari golongan menengah kebawah dapat memulai hidup gratis di tengah kesulitan perekonomian seperti sekarang. “Bila biaya pendidikan gratis dan berobat gratis, setidaknya sedikit dapat mengurangi beban keuangan. Karena biaya pendidikan dan berobat itu sekarang ini amat mahal,” lanjutnya.
Sejumlah warga di Lorong Pandan, Kertapati, seperti dikutip dari Hermawan Network, juga akan beramai-ramai ke rumah sakit untuk berobat. Apalagi sejumlah warga sudah menerima kartu pengobatan yang diterima dari Timses Aldy. “Aku nak bawa ibu aku yang sakit mata katarak. Mudahan mereka menang, sehingga kami dapat berobat. Dan, kami juga tidak akan susah lagi sebab biaya sekolah anak kami akan ditanggung. Tapi, jangan seperti bantuan sebelumnya, yang mana harus pilih-pilih. Harus adil, kami semua harus menerima pendidikan dan berobat gratis. Sebab katanya programnya beda dengan kartu Askin,” kata Halmah.
Harapan warga Palembang itu cukup beralasan, sebab selama setahun ini, khususnya Alex Noerdin, menyatakan dirinya sebagai pelopor berobat dan sekolah gratis. Bahkan, dalam setiap kampanye, dia berjanji akan melaksanakan program tersebut setelah dirinya terpilih. Bila dalam setahun program itu tidak terwujud, mereka dengan lapang dada akan mundur sebagai pemimpin Sumsel, artinya setelah dilaksanakannya pesta demokrasi 2009 nanti.
Kampanye Aldy dengan tema sekolah dan berobat gratis ini memang cukup efektif. Sejumlah daerah, berdasarkan hitungan suara sementara KPUD, seperti Musi Banyuasin, Musirawas, Lubuklinggau, Empatlawang, Pagaralam, Lahat, Muaraenim, OKU Selatan, rakyatnya tertarik memilih Aldy dibandingkan memiliki SOHE (Syahrial Oesman-Helmy Yahya) yang diusung PDI Perjuangan, PKS, dan 12 parpol.
Sekolah gratis dan berobat gratis, tergantung setelah KPUD Sumatera Selatan melakukan penghitungan suara dari 15 Kabupaten dan kota di Sumsel. Jika Aldy menang seperti yang diisayaratkan tiga lembaga survey, maka ia punya kewajiban mewujudkan janjinya tanpa syarat dan prasyaratan apapun. Jika tidak, bukan tidak mungkin ada semacam kemarahan dari rakyat, sehingga Pemilu 2009 akan meningkatkan golongan putih alias kelompok masyarakat yang tidak percaya dengan politik, akibat banyak janji politikus yang tidak dipenuhi. Selamat datang pemimpin sekolah dan berobat gratis!
(*/dea/hermawan network)