Membuktikan Emas

Emas adalah produk investasi yang mampu menangkal inflasi. Di tengah krisis, emas cenderung stabil dengan nilai yang riil. Artinya dalam kondisi apapun emas tetap memiliki nilai.

Bagi kebanyakan perempuan mengenakan emas sebagai perhiasan sekaligus sebagai tabungan. Dan untuk memilikinya, bukan hal yang begitu gampang karena harganya yang tinggi. Ketika ada orang yang datang menawarkan emas, tentu yang harus kita buktikan keasliannya. Apakah ini betul-betul emas, atau cuma logam yang disepuh dan dibungkus menyerupai emas. Dengan maksud menguji emas tersebut, ketika ada yang datang kepada saya menawarkannya, saya melakukan pengetesan.

Lalu apa yang terjadi? Hanya Kurang dari lima jam, begitu dahsyatnya bagi saya Allah memperlihatkan segalanya. Emas yang semula saya harapkan bisa tegak intan berlian di atasnya, ternyata tak lebih dari logam biasa berpoles emas yang tak bisa dijadikan investasi maupun perhiasan. Keraguan yang muncul selama ini terjawab sudah!

Lalu apakah saya akan tetap memilikinya? Jawabnya Insya Allah, tentu saja tidak!!!

Meski saya amat sadar sekali, saya bukanlah orang mampu penuh bergelimang harta benda. Saya juga sadar, pribadi yang saya miliki berbeda dengan orang lain karena keterbatasan-keterbatasan yang saya punya. Dan saya juga sadar penampilanku amat jauh untuk disebut cantik atau menarik. Ilmu pengetahuanpun kurang saya miliki, dan sayapun maklum tak bisa disebut sebagai orang yang gaul.

Tapi saya amat bersyukur kepada Allah SWT, atas segala pemberian dan nikmat yang telah ia karuniakan. Nikmat itu bagi saya sudah berlebih dan tak terukur. Saya memohon maaf atas kekurangan-kekurangan yang saya punyai, karena itulah yang dititipkan-NYA kepada saya sebab kesempurnaan hanya milik Allah semata.

5 Tanggapan ke “Membuktikan Emas”

  1. pertamax.
    ahh, saya tau maksud dan tujuan tulisan ini.
    :D

    ***
    desty : ah, biasa sj
    makasi atas kunjungannya.. :)

  2. itu judul postingan dalem bangeett…..
    kiraiin setelah masalah ari perdana…desty bakal menghilang dari milist..
    ternyata nggak?

    karakter jafis bangeet…
    menghilang, menghindar dari permasalahan…
    tidak akan membuat orang lain merasa bersalah..
    kita harus berdiri tegak di tempat yg sama…
    sembari menunggu waktu yg tepat untuk menjelaskan….
    menyelesaikan masalah..
    dan membuktikan bahwa kita memang tidak salah…

    kk tunggu tulisan selanjutnya….heheheheehhe

    ***

    desty : Makasi atas kunjungannya.. komentar nya akan selalu ditunggu
    Sukses selalu

  3. ajeng Berkata

    Waduh klik-klik saya nyasar kemari. Bahasamu bagus ya…..

  4. KASTA
    -joko sutrisno

    aku berdiam,
    karna aku malu,
    aku berkata,
    karna aku butuh,
    aku bersabar,
    karna aku menunggu,

    lihatlah,
    bentangan lautan megah
    menyilau pandang,
    bukankah hanya waruna dan vhisnu
    yang mampu menyatukan ratusan koi
    tak ada sudra,
    tak ada brahmana,
    yang ada hanya makna,

    kukirimkan engkau, wahai
    mawar jingga berpayung merah
    bukakanlah seratus niqap
    dihadapanku, agar semua tahu
    shiva, agni, serta durgha
    tak mampu menoleh kebelakang

    berlindungku di bawah surya
    jangan palu kepalamu, karna
    hanya yama yang pantas menghakimi
    memohonlah pada eros, karna
    hanya panahnya yang mampu
    menyatukan kita.

    (2008)

  5. Wah, dalem banget tuh des, jangan menilai diri seperti itu..
    Dikau punya kelebihan kelebihan kok… semua ada kelebihan masing masing…

    btw, dimana beli emasnya ???

    desty: beli emasnya, banyak di pasar-pasar..
    tp sesepuhan galoo.. :)

Komentar telah ditutup