Membuktikan Emas
Emas adalah produk investasi yang mampu menangkal inflasi. Di tengah krisis, emas cenderung stabil dengan nilai yang riil. Artinya dalam kondisi apapun emas tetap memiliki nilai.
Bagi kebanyakan perempuan mengenakan emas sebagai perhiasan sekaligus sebagai tabungan. Dan untuk memilikinya, bukan hal yang begitu gampang karena harganya yang tinggi. Ketika ada orang yang datang menawarkan emas, tentu yang harus kita buktikan keasliannya. Apakah ini betul-betul emas, atau cuma logam yang disepuh dan dibungkus menyerupai emas. Dengan maksud menguji emas tersebut, ketika ada yang datang kepada saya menawarkannya, saya melakukan pengetesan.
Lalu apa yang terjadi? Hanya Kurang dari lima jam, begitu dahsyatnya bagi saya Allah memperlihatkan segalanya. Emas yang semula saya harapkan bisa tegak intan berlian di atasnya, ternyata tak lebih dari logam biasa berpoles emas yang tak bisa dijadikan investasi maupun perhiasan. Keraguan yang muncul selama ini terjawab sudah!
Lalu apakah saya akan tetap memilikinya? Jawabnya Insya Allah, tentu saja tidak!!!
Meski saya amat sadar sekali, saya bukanlah orang mampu penuh bergelimang harta benda. Saya juga sadar, pribadi yang saya miliki berbeda dengan orang lain karena keterbatasan-keterbatasan yang saya punya. Dan saya juga sadar penampilanku amat jauh untuk disebut cantik atau menarik. Ilmu pengetahuanpun kurang saya miliki, dan sayapun maklum tak bisa disebut sebagai orang yang gaul.
Tapi saya amat bersyukur kepada Allah SWT, atas segala pemberian dan nikmat yang telah ia karuniakan. Nikmat itu bagi saya sudah berlebih dan tak terukur. Saya memohon maaf atas kekurangan-kekurangan yang saya punyai, karena itulah yang dititipkan-NYA kepada saya sebab kesempurnaan hanya milik Allah semata.
10 Mei 2008 pada 02:38
pertamax.
ahh, saya tau maksud dan tujuan tulisan ini.
***
desty : ah, biasa sj
makasi atas kunjungannya..
10 Mei 2008 pada 12:08
itu judul postingan dalem bangeett…..
kiraiin setelah masalah ari perdana…desty bakal menghilang dari milist..
ternyata nggak?
karakter jafis bangeet…
menghilang, menghindar dari permasalahan…
tidak akan membuat orang lain merasa bersalah..
kita harus berdiri tegak di tempat yg sama…
sembari menunggu waktu yg tepat untuk menjelaskan….
menyelesaikan masalah..
dan membuktikan bahwa kita memang tidak salah…
kk tunggu tulisan selanjutnya….heheheheehhe
***
desty : Makasi atas kunjungannya.. komentar nya akan selalu ditunggu
Sukses selalu
12 Mei 2008 pada 03:35
Waduh klik-klik saya nyasar kemari. Bahasamu bagus ya…..
13 Mei 2008 pada 00:56
KASTA
-joko sutrisno
aku berdiam,
karna aku malu,
aku berkata,
karna aku butuh,
aku bersabar,
karna aku menunggu,
lihatlah,
bentangan lautan megah
menyilau pandang,
bukankah hanya waruna dan vhisnu
yang mampu menyatukan ratusan koi
tak ada sudra,
tak ada brahmana,
yang ada hanya makna,
kukirimkan engkau, wahai
mawar jingga berpayung merah
bukakanlah seratus niqap
dihadapanku, agar semua tahu
shiva, agni, serta durgha
tak mampu menoleh kebelakang
berlindungku di bawah surya
jangan palu kepalamu, karna
hanya yama yang pantas menghakimi
memohonlah pada eros, karna
hanya panahnya yang mampu
menyatukan kita.
(2008)
20 Mei 2008 pada 07:38
Wah, dalem banget tuh des, jangan menilai diri seperti itu..
Dikau punya kelebihan kelebihan kok… semua ada kelebihan masing masing…
btw, dimana beli emasnya ???
desty: beli emasnya, banyak di pasar-pasar..
tp sesepuhan galoo..